Showing posts with label Medika Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Medika Kesehatan. Show all posts

Friday, September 16, 2011

Menepis Mitos Kedutan Pada Mata

0 comments

Mata Kedutan dan Penyebabnya

 

Jakarta, Mata berkedut atau biasa dinamakan kedutan hampir pernah dirasakan semua orang. Karena jarang-jarang terjadi, ketika mata kedutan biasanya dianggap sebagai pertanda mau dapat rezeki atau dapat masalah.

Mata kedutan biasanya hanya terjadi beberapa detik atau menit yang terjadi dalam sekali atau beberapa kali dalam satu hari. Atau terkadang akan hilang dan datang lagi.

Kedutan terjadi sangat spontan yakni gerakan tiba-tiba pada kelopak mata atas atau bawah. Kedutan bisa terjadi pada semua usia dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena bukan penyakit berbahaya dan tidak mempengaruhi kemampuan penglihatan.

Menurut Burt Dubow, OD, FAAO, pakar mata dari Contact Lens and Cornea Section of the American Optometric Association, kedutan bukan masalah medis yang serius. Kedutan adalah kontraksi yang melibatkan otot orbicularis oculi.

Kedutan terjadi karena serabut saraf di dalam otak mengalami kontraksi sesaat. Denyutan pembuluh darah tiba-tiba seperti mengalami rangsangan (kontraksi) yang membangkitkan aliran listrik melalui nervus facialis yang membuat mata kejang sesaat.

Kedutan dianggap berbahaya jika kejadiannya berlangsung secara terus menerus dan dalam waktu lama atau gerakannya tidak bisa diobati.

Insiden dan kejadian kedutan tidak dapat diketahui, namun seperti dikutip allaboutvision, Minggu (21/2/2010) setidak ada 7 faktor yang menjadi penyebab kedutan:

1. Stres
Mata berkedut dapat menjadi salah satu tanda stres karena mata menjadi begitu tegang. Mengurangi penyebab stres dapat membantu membuat mata berhenti bergerak-gerak.

2. Kelelahan
Kurang tidur yang dialami entah karena stres atau alasan lain dapat memicu kejang kelopak mata. Segera bayar kekurangan tidur Anda dapat membantu mengurangi kedutan.

3. Mata lelah
Mata Anda mungkin bekerja terlalu keras yang memicu kelopak mata bergerak-gerak. Mata yang tegang karena terus menatap komputer salah satunya menjadi penyebab yang sangat umum dari gangguan mata.

4. Kafein dan Alkohol
Banyak ahli percaya bahwa terlalu banyak kafein dan alkohol dapat memicu mata berkedut karena tekanan pada pembuluh darah meningkat.

5. Mata kering
Lebih dari separuh penduduk tua mengalami mata kering akibat proses penuaan. Mata kering juga sangat umum bagi orang-orang yang menggunakan komputer, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin, antidepresan, memakai lensa kontak dan mengonsumsi kafein atau alkohol. Lelah dan stres juga bisa memicu mata kering.

6. Ketidakseimbangan Nutrisi
Beberapa laporan menunjukkan kekurangan zat gizi tertentu seperti magnesium dapat memicu kejang kelopak mata. Jika Anda mencurigai kekurangan gizi telah mempengaruhi kesehatan sebaiknya minta pendapat ahli gizi.

7. Alergi
Orang-orang dengan mata alergi memiliki gejala antara lain gatal, bengkak dan mata berair. Ketika mata digosok, akan mengeluarkan histamin yang memicu keluarnya air mata. Beberapa bukti menunjukkan bahwa histamin dapat menyebabkan kelopak mata bergerak-gerak. 

 sumber : http://www.detikhealth.com/read/2010/02/21/095311/1303635/766/mata-kedutan-dan-penyebabnya

Read More..

Wednesday, August 3, 2011

PUASA VS BAU MULUT

0 comments

Mengatasi Bau Mulut Pada Saat Puasa

yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan telah datang yaitu bulan Ramadhan. Bulan dimana kita diwajibkan menjalankan Puasa Ramadhan bagi orang yang beriman kepada Allah SWT. Selama menjalankan ibadah puasa, masalah bau mulut seringkali menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya pada siang hari. Masalah yang kerap terjadi menjadi hambatan dalam pergaulan dan membuat minder.
Saat berpuasa, produksi air liur dalam mulut dan dalam saluran pencernaan berkurang sehingga menjadi lebih kering. Akibatnya timbul halitosis atau bau mulut.
Bau mulut juga dapat disebabkan penyakit sistemis seperti liver, lambung, saluran pernapasan serta ginjal akut. Sedangkan penyakit gigi dan mulut penyebab napas tak segar di antaranya gigi berlubang, radang gusi, gingivitis karena karang gigi, dan periodontitis.
Sebenarnya bau mulut saat menjalankan puasa tak perlu dirisaukan.
Simak beberapa tips sederhana mencegah bau mulut selama puasa, seperti dikutip dari holisticcare-dentalclinic:
  1. Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggosok gigi dan lidah secara benar. Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi. Jika menggunakan cairan kumur, jangan memakai cairan dengan kandungan alkohol di atas 25 persen karena memicu risiko kanker rongga mulut.
  2. Periksa ke dokter gigi Anda minimal enam bulan sekali. Bila ada waktu, lakukan spa gigi dua kali dalam sebulan untuk menjaga kesehatan gigi.
  3. Hindari rokok dan alkohol karena berefek memperburuk status kebersihan mulut yang memicu terjadinya gingivitis dan periodontitis. Alkohol mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut.
  4. Perbanyak konsumsi buah-buahan pengusir bau mulut seperti apel, bengkuang dan wortel. Teh hijau mengandung bahan aktif catechin yang dapat menghilangkan plak, menurunkan kadar gula, dan membunuh bakteri penyebab bau mulut. Minumlah 2-5 cangkir teh hijau sehari.
  5. Keju yang rendah karbohidrat, tinggi kalsium dan mengandung fosfat, dapat memperkuat email gigi, meningkatkan produksi air liur dan mengurangi pertumbuhan karang gigi.
  6. Perbanyak konsumsi air putih minimal satu liter atau delapan gelas sehari selama berbuka hingga sahur. Ini untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh.
  7. Asup makanan probiotik seperti yogurt yang memelihara pencernaan dan menghambat bau mulut.

Sumber : http://www.blogwarta.com/tips-trik/tips-menghilangkan-bau-mulut-saat-puasa/
Read More..

Sunday, April 10, 2011

Didik Anak Untuk Dapat Kendalikan Diri Sendiri

0 comments
SERINGKALI anak-anak menangis, mengamuk tak terkendali di tempat umum. Hal tersebut membuat orang tua merasa malu, tapi juga frustasi. Para ahli berpendapat bahwa setiap orang tua dapat membantu anak untuk mengendalikan diri sendiri, mengajari anak cara merespon berbagai situasi tanpa mengikuti dorongan hati.
Dengan mengendalikan diri sendiri, anak dapat membuat keputusan-keputusan yang tepat dan bersikap terhadap situasi yang membuat stres dengan cara-cara yang lebih positif.
Bayi sampai umur 2 tahun
Bayi dan batita menjadi frustasi karena kesenjangan yang besar antara hal yang ingin mereka lakukan dan apa yang bisa mereka. Mereka sering merespon dengan menangis sambil menjerit. Cobalah mencegah tangisannya dengan mainan atau aktivitas lain. Untuk anak yang berumur 2 tahun, cobalah untuk menerapkan time out (caranya dengan menyuruh anak ke satu tempat selama beberapa saat misalnya pergi ke kamarnya, tunjukkan akibat atau konsekuensi tentang ledakan tangis dan mengajari mereka, lebih baik menyendiri selama beberapa saat daripada menangis dan menjerit.
Umur 3 hingga 5 tahun
Teruskan menggunakan time out tanpa menerapkan batasan waktu khusus. Akhiri time out jika anak sudah tenang. Hal ini akan membantu anak untuk meningkatkan rasa pengendalian diri. Puji anak jika ia tidak kehilangan kendali dalam situasi sulit atau membuat frustasi.
Umur 6 hingga 9 tahun
Ketika anak masuk sekolah, mereka sudah bisa memahami konsep konsekuensi secara lebih baik dan bahwa mereka dapat memilih perilaku yang baik dan yang buruk. Bantulah anak untuk membayangkan lampu pengatur lalu lintas yang harus mereka patuhi dan memikirkan situasi sebelum merespon. Dorong anak untuk pergi dari situasi frustasi selama beberapa menit untuk menenangkan diri ketimbang menangis atau marah.
Umur 10 hingga 12 tahun
Anak yang lebih tua biasanya dapat memahami perasaan mereka dengan lebih baik. Dorong mereka untuk memikirkan apa yang menyebabkan mereka kehilangan kendali kemudian menganalisanya. Jelaskan bahwa kadang situasi yang mengecewakan pada awalnya tidak berubah menjadi sangat buruk. Dorong anak untuk mengambil waktu untuk berfikir sebelum merespon terhadap satu situasi.
Umur 13 hingga 17 tahun
Pada usia ini anak sudah dapat mengendalikan sebagian besar tindakan mereka. Ingatkan mereka tentang konsekuensi jangka panjang. Dorong mereka untuk berhenti sejenak, mengevaluasi situasi yang mengecewakan sebelum merespon atau membicarakan masalah ketimbang kehilangan kendali, menjerit, membanting sesuatu. Jika perlu, disiplinkan mereka dengan menghilangkan sebagian hak istimewa untuk menguatkan pesan bahwa mengendalikan diri itu penting.
Beri contoh yang baik kepada anak untuk menunjukkan cara sehat bereaksi terhadap situasi yang menekan. Walaupun sangat sulit, tahan agar jangan sampai membentak anak ketika sedang mendisiplinkan anak. Tunjukkan dengan sikap yang tegas. Ketika anak tidak dapat mengendalikan dirinya, cobalah untuk tetap tenang dan jelaskan bahwa menjerit, mengamuk, atau membanting sesuatu adalah perilaku yang tidak dapat diterima dan memiliki konsekuensi.
Tindakan Anda dapat menunjukkan bahwa mengamuk, menangis, dll bukan cara yang baik untuk anak agar mendapatkan apa yang diinginkannya. Jelaskan juga konsekuensi yang akan diterimanya. *
Read More..

Dot Meracuni Anak

0 comments
SEBAGIAN orang tua berpendapat, dot alias empeng merupakan suatu keharusan untuk dimiliki jika mempunyai seorang bayi. Kebutuhan dot sama halnya dengan keharusan mengganti atau membersihkan popok. Namun, tahukah Anda bila dot ternyata tidak cukup aman bagi si bayi?
Dot mini ini memang mujarab untuk menenangkan si kecil. Orang tua pun menjadi lebih santai dan tak perlu banyak buang waktu untuk menenangkan anaknya yang sedang rewel. Cukup dengan memasangkan empeng, si kecil pun langsung anteng (diam). “Pada dasarnya, bayi memang punya naluri untuk mengisap sesuatu,” kata spesialis anak dr. Mustarim, Sp.A.
Naluri mengisap pada bayi adalah demi mendapatkan suatu kenikmatan dan kenyamanan, suatu hal yang sudah pasti dia dapat saat mengisap puting susu ibunya. Bentuk empeng yang memang mirip puting susu sengaja dirancang untuk memenuhi kebutuhan alamiah tadi. Namun, jangan jadikan empeng sebagai alat penenang ketika anak rewel. Sebab, penggunaan empeng lebih banyak buruknya ketimbang baiknya.
Bagi pria murah senyum ini, pemakaian empeng ibarat mengonsumsi rokok karena menimbulkan ketergantungan. “Ibaratnya empeng itu sama dengan rokok bagi bayi, kita meracuni anak kita sendiri. Memberinya kuman, membuat giginya tak bagus, bahkan bikin anak tak pede,” ujar Mustarim.
Salah satu alasan pemakaian empeng ditentang oleh sebagian profesional di bidang kedokteran adalah karena masalah kebersihannya. “Empeng tidak dapat dijamin kebersihannya. Sering empeng yang jatuh ke lantai dipungut, lalu dimasukkan lagi. Itu berarti memindahkan kuman langsung ke dalam mulut. Ini berbahaya,”jelas Mustarim.
Gaung kontra yang lebih keras datang dari segi kesehatan gigi dan mulut. “Empeng bisa memengaruhi lengkung rahang anak. Ketika anak sudah tumbuh gigi, adakalanya dia suka menggigit atau menarik empeng tersebut dengan giginya. Mungkin karena gemas. Tetapi, tekanan yang timbul dari gerakan ini bisa memengaruhi bentuk rahang dan gigi,” jelasnya.
Meski tidak sekeras jari, empeng juga bisa menyebabkan gigi tonggos (menonjol ke depan) jika durasi dan frekuensi penggunaannya sudah berlebihan. Semakin sering empeng digunakan, maka kemungkinan mengalami gigi tonggos akan semakin besar.
Penggunaan empeng hingga lebih dari usia dua tahun juga bisa memperparah kondisi tersebut. Mengapa” Karena saat mengisap empeng, rahang atas secara refleks akan maju ke depan. Sementara rahang bawah bergerak ke arah sebaliknya atau terdorong masuk ke mulut. Perubahan posisi gigi juga besar kemungkinannya terjadi jika anak mengempeng.
Sementara itu, menurut Patricia Hamaguchi, penulis Childhood, Speech, Language, and Listening Problems: What Every Parent Should Know, kebiasaan mengisap empeng juga bisa menimbulkan masalah bahasa dan pengucapan kata. Hal lain yang ditakutkan adalah kegiatan mengisap empeng ini akan terus melekat, bahkan hingga anak memasuki usia sekolah. Tentunya ini akan menjadi lebih sulit dihentikan jika sudah menjadi kebiasaan.
Banyak dampak kesehatan yang timbul pada anak dengan kebiasaan mengempeng. Dari badan kurus sampai diare. “Anak yang menggunakan empeng itu sering diare dan juga kurus karena kurangnya asupan gizi,”paparnya.*
Read More..

Olahraga Kurangi Resiko Amnesia

0 comments

TAK ada lagi alasan untuk malas berolahraga. Karena selain membuat tubuh lebih bugar dan sehat, olahraga juga diyakini mampu meningkatkan kemampuan otak. Studi mutakhir yang dilakukan ilmuwan dari Amerika Serikat yang dirilis Decha Care menyatakan, olahraga bisa membantu pembentukan sel-sel baru di daerah otak yang berkaitan dengan kemampuan mengingat.
Olahraga juga dipercaya mampu mengurangi risiko amnesia, yaitu suatu kondisi memori yang terganggu atau hilangnya memori. Amnesia dapat bersifat organik atau fungsional. Penyebab-penyebab organik mencakup kerusakan pada otak, karena trauma atau penyakit. Bisa juga dipengaruhi penggunaan obat-obatan tertentu (biasanya obat penenang).
Penyebab fungsional adalah faktor psikologis, seperti pada saat terjadi mekanisme pertahanan ego. Amnesia juga dapat terjadi secara spontan, seperti pada kasus transient global amnesia. Amnesia jenis ini lebih sering terjadi pada orang-orang setengah baya dan orang tua, khususnya laki-laki dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.
Berdasarkan pola gejalanya (bukan untuk menunjukkan penyebab tertentu atau etiologi), amnesia dapat dikategorikan menjadi anterograde dan retrograde. Anterograde amnesia merupakan suatu bentuk amnesia di mana peristiwa atau kejadian baru yang ada dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. Sedangkan retrograde amnesia adalah suatu bentuk amnesia dimana seseorang tidak dapat mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum menderita amnesia, lebih dari peristiwa lupa biasa.
Kedua kategori amnesia tersebut dapat terjadi secara bersama pada pasien yang sama, dan biasanya sebagai akibat dari pengaruh obat atau kerusakan pada daerah otak yang paling dekat hubungannya dengan episodik atau deklaratif memori, khususnya hipocampus.
Efek amnesia dapat berlangsung lama meski kondisi amnesia tersebut telah berlalu. Banyak penderita amnesia menyatakan bahwa amnesia berubah dari kondisi neurologist ke kondisi psikologis, di mana pasien kehilangan kepercayaan diri dan keyakinan pada kenangan atau memori mereka sendiri dan hal dari peristiwa masa lalunya.
Penderita amnesia mudah dikenali. Ia tidak mampu mempelajari hal-hal baru atau mengingat hal-hal sebelumnya. Tanda yang lain, penderita mengalami hambatan pada fungsi sosial dan pekerjaan. Meski demikian, pemeriksaan medis lebih akurat untuk mengetahui penderita mengalami amnesia atau gangguan otak lain.
Menurut Ketua Ikatan dokter Indonesia (IDI) Kota Bandarlampung dr. Boy Zaghlul Zaini D.K., untuk penanganannya, amnesia biasanya dapat disembuhkan dengan cara terapi atau pendekatan suportif. Yakni dengan mendekatkan hal-hal yang berkaitan, baik waktu dan tempat, yang pernah atau sedang dialami penderita.
Ditambah dengan meminum obat untuk mengaktifkan kembali sel-sel saraf pusat otak yang rusak. Seperti obat Neuro Protektor, Ceredral Aktifator, dan Neurotropik. “Penderita juga harus mengonsumsi multivitamin dan menjaganya agar tidak mengalami trauma yang kedua,” ujar dr Boy pula. *
Read More..

Thursday, October 21, 2010

Jauhkan HP dari Kantong Celana

0 comments
 MEMAKAI hands-free set untuk komunikasi dalam menggunakan HP sering dilakukan sebagian orang. Dalam kajian para ahli kesehatan reproduksi, cara tersebut relatif berisiko terjadi gangguan kualitas sperma. Khususnya jika HP yang aktif berada relatif dekat dengan pabrik sperma di testis.

Para suami yang sedang dalam perawatan infertilitas atau yang masih memerlukan menambah jumlah anak sebaiknya menjauhi kebiasaan tersebut. HP yang dalam kondisi aktif akan mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang potensial merusak bahan genetik (DNA) di dalam sel sperma. Juga mengganggu kemampuan gerak (motility) sperma dan mengganggu kemampuan hidup (vitality) sperma.

Kerusakan sel sperma karena radiasi gelombang elektromagnetik akan berakibat kerusakan struktur penyangga di dalam sperma. Selain itu, memunculkan bahan racun yang disebut radikal bebas (free radicals) yang mengganggu potensi kesuburan sperma.

Derajat gangguan sperma yang terjadi bergantung pada kualitas paparan radiasi gelombang dari HP. Pun bergantung kualitas sperma pada awalnya. Sperma yang dari awal kualitasnya kurang baik akan lebih mudah mengalami gangguan karena pengaruh radiasi.

Untuk laptop, jangan menggunakannya dengan cara memangku. Selain panas yang ditimbulkan bisa mengganggu organ vital yang letaknya dalam kantong zakar tersebut, pancaran radiasinya berdampak kurang menguntungkan. Secara umum, membatasi serta menggunakan HP dan laptop secara aman perlu dilakukan.

Sumber Kalteng Pos Press
Read More..

Wednesday, October 13, 2010

Mencegah Dan Mengatasi Radang Usus Buntu Secara Alamiah

0 comments

Posted by Joyo on Jan 14, '08 3:59
Mencegah Dan Mengatasi Radang Usus Buntu Secara Alamiah
Oleh : Prof. H. M. Hembing Wiajayakusuma





Usus buntu adalah salah satu bagian organ saluran pencernaan. Namun, masyarakat sering rancu dengan istilah radang usus buntu. Kadang-kadang untuk menyebut radang usus buntu hanya disingkat dengan istilah usus buntu. Usus buntu (appendiks) merupakan organ berbentuk tabung, dengan panjang sekitar 10 cm (orang dewasa), lebarnya separo jari kelingking, jadi merupakan ruangan yang sangat sempit. Lubangnya sempit di bagian pangkal dan melebar di bagian ujung. Namun, pada bayi appendiks berbentuk kerucut, lebar pada pangkalnya dan menyempit kearah ujungnya. Appendiks berpangkal di sekum (perbatasan antara usus halus dan usus besar). Fungsi appendiks berkaitan dengan sisitem kekebalan tubuh, yaitu menghasilkan Immunoglobulin A (IgA). IgA merupakan salah satu immunoglobulin (antibodi) yang sangat efektif melindungi tubuh dari infeksi kuman penyakit.

Appendiks dapat mengalami peradangan yang disebut dengan appendiksitis (radang usus buntu). Appendiksitis ini dapat diderita oleh pria atau wanita. Beberapa faktor penyebab terjadinya appendiksitis adalah:
  • Infeksi bakteri
    Bakteri dapat menginfeksi bagian appendiks yang menyebabkan peradangan pada daerah tersebut.
  • Penyumbatan appendiks
    Tumbuhnya jaringan limfe, tinja, tumor appendiks dan cacing askaris dapat menyebabkan penyumbatan appendiks. Ruang dalam appendiks sangat sempit, sehingga bahan-bahan buangan atau benda asing di atas yang terperangkap di dalam appendiks dan menyebabkan penyumbatan menyebabkan radang yang hebat dan dapat menimbulkan infeksi.
  • Hambatan aliran lendir ke sekum
    Appendiks menghasilkan lendir 1-2 ml per hari, lendir itu secara normal dicurahkan ke dalam lubang apendik dan selanjutnya mengalir ke sekum. Terhambatnya aliran lendir dari appendiks tersebut akan membentuk sumbatan pada appendiks yang menimbulkan peradangan pada daerah appendiks dan infeksi pada appendiks.

    Appendiks yang terinfeksi akan mengalami perforasi (pecah), dengan melepaskan bakteri ke dalam rongga perut. Hal ini kemudian dapat menimbulkan peritonitis, suatu komplikasi yang fatal, dimana peritoneum, selaput yang membatasi rongga perut dan menutup lambung serta usus halus menjadi meradang. Asumsi yang berkembang di masyarakat, appendiksitis harus diatasi dengan jalan operasi. Operasi bukan satu-satunya jalan untuk mengatasi appendiksitis. Cara mengatasi appendiksitis perlu memperhatikan kondisi appendiksitis. Untuk kasus appendiksitis ringan, mengatasinya dapat dilakukan dengan obat antibiotik, sebab penyebab utama radang usus buntu adalah infeksi bakteri. Kasus appendiksitis yang lebih serius dan dikhawatirkan appendiks akan pecah, maka cara pembedahan dapat dijadikan sebagai pertimbangan utama. Appendectomy merupakan pembedahan untuk mengangkat appendiks yang meradang. Appendiks yang diangkat tidak akan mempengaruhi kesehatan dalam jangka waktu yang sangat panjang. Justru, kasus appendiksitis yang sangat serius dan tidak segera diangkat dapat menimbulkan masalah yang cukup berat.

    Pengangkatan appendiks tidak mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, sebab appendiks merupakan bagian yang kecil jika dibandingkan dengan panjang saluran pencernaan yang juga mengahasilkan immunoglobulin A. Gejala yang dirasakan cenderung mendadak, kadang timbul dalam waktu satu atau dua hari. Gejala yang sering timbul pada penyakit appendiksitis adalah :
    • Rasa nyeri yang dimulai dari bagian tengah perut dan berpindah kebagian bawah sebelah kanan perut, dengan perut kaku seperti papan.
    • Nafsu makan hilang, sehingga badan terasa lemah.
    • Rasa nyeri semakin meningkat dan terasa ada tekanan pada bagian kanan bawah saat berjalan.
    • Sembelit sehingga penderita memerlukan obat pencahar.
    • Bagian kiri bawah perut terlalu lunak untuk disentuh, diperkirakan bagian perut mengalami peradangan
    • Demam, suhu badan akan meninggi, dan akan merasa mual sampai menusuk. Rasa mual di sebabkan rangsangan usus buntu yang meradang pada selaput lendir perut (peritoneum). Diagnosis klinis appendiksitis akut masih mungkin salah pada sekitar 15-20 % kasus. Kesalahan itu sering terjadi pada wanita dibanding pada pria. Hal ini dapat disebabkan karena wanita, terutama yang muda sering mengalami gangguan mirip appendicitis akut. Keluhan ini berasal dari organ reproduksi dalam atau penyakit lain. Adanya USG dapat meningkatkan akurasi diagnosis. Pemeriksaa jumlah leukosit membantu menegakkan diagnosa penyakit ini.
    Kesehatan adalah sesuatu yang didambakan oleh setiap insan. Membuat pilihan yang bijaksana, terutama dalam memilih apa yang akan di makan hari ini, adalah modal dasar bagi kesehatan yang optimal. Untuk itu, jauhkan diri dari minuman-minuman botol atau kaleng yang mengandung gas, hindari rokok. Mengkonsumsi makanan berserat seperti buah-buahan dan sayuran sangat penting untuk menghindari terjadinya appendiksitis.

    Berikut ini adalah ramuan obat tradisional yang dapat mengatasi radang usus buntu, adalah :
    Resep 1.
    15 gram sambiloto kering + 90 daun lidah buaya secukupnya (dikupas kulit luarnya dan dipotong-potong) + 30 gram rumput lidah ular atau rumput mutiara kering, masukan dalam wadah dan ditutup, lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, kemudian airnya diminum untuk 2 kali sehari.

    Resep 2.
    60 gram jombang + 60 gram krokot, dicuci dan direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.

    Resep 3.
    100 gram umbi bidara upas + 60 gram krokot + 60 gram gendola, dicuci sampai bersih lalu dijus, airnya diminum. Lakukan 2 kali sehari.

    Catatan :
    - Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur
    - Untuk perebusan gunakan periuk tanah, Panci email atau panci kaca
    - Kasus apendiksitis yang serius harus melalui operasi.
    - Tetap konsultasi ke dokter.

Sumber : http://dhekawe.multiply.com/journal/item/52/Mencegah_Dan_Mengatasi_Radang_Usus_Buntu_Secara_Alamiah
Read More..
 
Copyright 2011 @ BanGs!
Design by Wordpress Manual | Bloggerized by Free Blogger Template and Blog Teacher | Powered by Blogger